Kehamilan bisa terjadi ketika sperma bertemu sel telur setelah berhubungan intim tanpa pengaman. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran, terutama jika kehamilan belum direncanakan. Kabar baiknya, ada beberapa cara mencegah kehamilan setelah berhubungan yang aman dan direkomendasikan secara medis, asalkan dilakukan secepat mungkin.
Artikel ini membahas pilihan terbaik, waktu penggunaan, serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan.
Mengapa Pencegahan Harus Dilakukan Secepatnya?
Pembuahan tidak selalu terjadi seketika. Sperma dapat bertahan hidup di dalam tubuh wanita hingga 5 hari. Karena itu, tindakan pencegahan yang cepat dapat menghambat ovulasi atau pembuahan, sehingga kehamilan dapat dicegah.
1. Menggunakan Kontrasepsi Darurat
Kontrasepsi darurat adalah cara paling efektif untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan tanpa pengaman.
a. Pil KB Darurat (Morning After Pill)
Pil KB darurat bekerja dengan menunda ovulasi.
Kelebihan:
-
Mudah didapat di apotek
-
Efektif jika diminum ≤72 jam setelah berhubungan
Hal yang perlu diperhatikan:
-
Semakin cepat diminum, semakin tinggi efektivitasnya
-
Tidak dianjurkan untuk penggunaan rutin
-
Tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS)
b. IUD Tembaga (Spiral Tembaga)
IUD tembaga adalah kontrasepsi darurat paling efektif.
Keunggulan:
-
Dapat dipasang hingga 5 hari setelah berhubungan
-
Efektivitas lebih dari 99%
-
Bisa digunakan sebagai kontrasepsi jangka panjang
Catatan:
Pemasangan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.
2. Memulai Kontrasepsi Rutin
Setelah kondisi darurat teratasi, penting untuk mencegah kehamilan di masa depan dengan kontrasepsi rutin.
Pilihan Kontrasepsi Rutin:
-
Kondom (pria/wanita)
-
Pil KB harian
-
Suntik KB
-
Implan
-
IUD
-
Patch atau cincin vagina
Konsultasikan dengan tenaga medis untuk memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi tubuh.
3. Cara yang Tidak Efektif Mencegah Kehamilan
Banyak mitos beredar di masyarakat. Berikut cara yang tidak terbukti efektif:
-
Mencuci vagina setelah berhubungan
-
Minum jamu atau ramuan tertentu
-
Metode tarik keluar (coitus interruptus)
Cara-cara tersebut tidak dapat mencegah kehamilan dan berisiko menimbulkan masalah kesehatan.
4. Kapan Harus ke Dokter atau Tenaga Kesehatan?
Segera konsultasi jika:
-
Sudah lewat lebih dari 5 hari setelah berhubungan
-
Mengalami efek samping berat setelah pil darurat
-
Haid terlambat lebih dari 7 hari
-
Ingin menggunakan kontrasepsi jangka panjang
-
Ada risiko tertular IMS
5. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah pil KB darurat bisa menggugurkan kandungan?
Tidak. Pil KB darurat tidak menggugurkan kehamilan dan tidak bekerja jika kehamilan sudah terjadi.
Apakah kontrasepsi darurat aman?
Ya, aman jika digunakan sesuai petunjuk. Namun tidak dianjurkan untuk penggunaan berulang dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Cara mencegah kehamilan setelah berhubungan dapat dilakukan dengan kontrasepsi darurat seperti pil KB darurat atau IUD tembaga. Waktu adalah faktor terpenting—semakin cepat bertindak, semakin besar peluang keberhasilannya. Untuk perlindungan jangka panjang, gunakan kontrasepsi rutin yang sesuai dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.



















